PERANAN LEMBAGA ADAT SILIMA SULANG DALAM MASYARAKAT DI DESA PEGAGAN JULU V KECAMATAN SUMBUL KABUPATEN DAIRI

Penulis

  • Sonia R. Matanari Universitas Negeri Medan
  • Risma Juniati Tambunan Universitas Negeri Medan
  • Wenni Baringbing Universitas Negeri Medan
  • Siti Julaiha Universitas Negeri Medan
  • Rosmaida Sinaga Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Lembaga Adat, Silima Sulang,Kearifan Lokal, Batak Pakpak, Masyarakat

Abstrak

Lembaga adat Silima Sulang mempunyai peranan penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan kelangsungan nilai-nilai budaya di masyarakat Desa Pegagan Julu V, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk memahami bagaimana lembaga adat tersebut tetap relevan dalam kehidupan masyarakat yang terus berubah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran lembaga adat Silima Sulang dalam menyelesaikan konflik, menjaga istiadat adat, serta memperkuat hubungan sosial di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat Silima Sulang berfungsi sebagai mediator dalam konflik, mengatur norma sosial, dan penjaga tradisi lokal. Keberadaan lembaga ini mampu memperkuat solidaritas sosial melalui pelaksanaan ritual adat dan penyelesaian masalah berbasis musyawarah. Namun, tantangan seperti modernisasi dan regenerasi tokoh adat mulai mengancam akan mengundangnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lembaga adat Silima Sulang masih memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat Desa Pegagan Julu V, meskipun memerlukan adaptasi dan dukungan lebih lanjut agar tetap relevan dalam menghadapi dinamika sosial. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan, kebijakan pelestarian budaya lokal, dan penguatan peran lembaga adat di tengah tantangan globalisasi.

The Silima Sulang traditional institution plays an important role in maintaining social harmony and the continuity of cultural values in the community of Pegagan Julu V Village, Sumbul District, Dairi Regency. This study was motivated by the urgency to understand how this traditional institution remains relevant in the ever-changing life of society. The purpose of this study is to identify the role of the Silima Sulang traditional institution in resolving conflicts, maintaining traditional customs, and strengthening social relations in the community. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with traditional leaders, participatory observation, and documentation studies. The results of the study indicate that the Silima Sulang traditional institution functions as a mediator in conflicts, regulates social norms, and guards local traditions. The existence of this institution is able to strengthen social solidarity through the implementation of traditional rituals and problem solving based on deliberation. However, challenges such as modernization and regeneration of traditional leaders are beginning to threaten to invite it. The conclusion of this study is that the Silima Sulang traditional institution still plays an important role in the life of the Pegagan Julu V Village community, although it requires further adaptation and support to remain relevant in facing social dynamics. This study is expected to contribute to the development of local cultural preservation policies and strengthening the role of traditional institutions amidst the challenges of globalization.

Unduhan

Diterbitkan

2024-11-29