PENGARUH LEVEL SUKROSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE

Penulis

  • Fransiska Solania Vesa Universitas Nusa Cendana
  • Thomas Mata Hine Universitas Nusa Cendana
  • Franky M.S Telupere Universitas Nusa Cendana
  • Petrus Kune Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Babi Landrace, Kuning Telur, Sitrat, Spermatozoa, Sukrosa

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan berbagai level sukrosa dalam pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi landrace. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan yang terdiri dari: S-KT(P0), S-KT + sukrosa 0,1% (P1), S-KT + sukrosa 0,2% (P2), S-KT + sukrosa 0,3% (P3), S-KT + sukrosa 0,4% (P4) dan S-KT + sukrosa 0,5% (P5), dan masing-masing perlakuan diulang lima kali. Semen babi landrace yang berkualitas baik diecerkan dengan pengencer perlakuan tersebut dan dipreservasi dalam cool box pada suhu 15-20oC. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa. Kualitas sperma dievaluasi setiap 12 jam hingga motilitasnya menurun hingga 40%. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance dan dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan menggunakan software SPSS 25. Hasil pengamatan pada jam ke-48 penyimpanan menunjukkan bahwa perlakuan P3 dan P4 menghasilkan kualitas spermatozoa babi landrace tertinggi (P<0,05), kecuali pada variabel abnormalitas spermatozoa (P>0,05). Kualitas spermatozoa pada perlakuan P3 dan P4 adalah sebagai berikut: motilitas (45 dan 49%), viabilitas (71,20 dan 72,50%),  abnormalitas (6,60 dan 6,20%) dan daya tahan hidup (52,67 dan 53,67 jam). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sukrosa 0,3 dan 0,4% dalam pengencer sitrat – kuning telur menghasilkan kualitas spermatozoa babi landrace yang lebih tinggi dibandingkan level sukrosa lainnya.

Unduhan

Diterbitkan

2024-08-31