ANALISIS KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KABUPATEN MUNA BERDASARKAN TIPOLOGI, LUAS, DAN TINGKAT KEKUMUHAN
Kata Kunci:
Infrastruktur, Kebijakan Penanganan, Permukiman KumuhAbstrak
Permukiman kumuh di Kabupaten Muna, Indonesia, merupakan masalah kompleks yang berdampak signifikan pada kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini mengidentifikasi empat jenis kawasan permukiman: pantai/pesisir, kampung kota, kumuh, dan pinggir kota, masing-masing dengan tantangan infrastruktur yang berbeda. Kawasan pantai, yang dihuni oleh suku Bajo, menghadapi masalah sanitasi akibat pembuangan limbah ke laut. Sementara itu, kampung kota memiliki infrastruktur yang cukup, tetapi masih mengalami masalah drainase dan pengelolaan sampah. Kawasan kumuh berkembang pesat akibat urbanisasi dan infrastruktur yang kurang, berisiko tinggi terhadap banjir. Permukiman pinggir kota juga mengalami infrastruktur yang buruk dan akses air bersih yang minim. Penanganan permukiman kumuh di Muna belum efektif, disebabkan oleh kurangnya kebijakan yang tepat dan ketidaksinkronan antar instansi. Oleh karena itu, diperlukan arahan kebijakan yang terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh, dengan peran utama pemerintah daerah dalam pembangunan dan perencanaan tata ruang. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar untuk kebijakan penanganan kawasan kumuh yang lebih efektif di masa depan.



