PENGARUH PENGGUNAAN JUMLAH LAMPU YANG BERBEDA TERHADAP PENANGKAPAN CUMI-CUMI PADA ALAT TANGKAP PANCING CUMI “APOLLO” DI PERAIRAN MUARA ANGKE JAKARTA UTARA

Penulis

  • Dela Hariyanti Unversitas Dr. Soetomo
  • Tajuddin Noor Unversitas Dr. Soetomo
  • Gilang Rusrita Aida Unversitas Dr. Soetomo

Kata Kunci:

Cumi-Cumi, Eksperimental Fishing, Lampu, Pancing Cumi Apollo

Abstrak

Cumi-Cumi memiliki panjang tubuh rata-rata 30 cm dan termasuk dalam golongan invertebrata (tidak bertulang belakang) dengan bagian tubuh luar. Cumicumi merupakan salah satu jenis Filum Molusca, Kelas Cephalopodayang tidak bertulang belakang. Molusca merupakan hewan bertubuh lunak, sebagian anggotanya dilindungi dengan cangkang dari zat kapur dan sebagian lainnya tanpa cangkang (Kusnadi et al. 2008). Cephalopoda berasal dari kata cephal: kepala, poda: kaki, yang berarti memiliki kaki (tentakel) di bagian kepala. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 3 perlakuan (Kapal A= 15 lampu, B=20 lampu, dan C=25 lampu) serta 9 ulangan (trip). Maksud dan tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemakaian lampu penangkapan pada alat tangkap pancing cumi APOLLO terhadap hasil tangkapan cumi super Dari hasil nalisa sidik ragam (Uji-Anova) bisa disimpulkan bahwa penggunaan perlakuan jumlah lampu yang berbeda (15, 20, dan 25 lampu) pada alat tangkap pancing cumi-cumi pada penelitian ini telah memberikan pengaruh yang berbeda terhadap jumlah berat (kg) cumi-cumi hasil tangkapan pancing “Apollo”. Dari hasil Uji BNT ini dapat diringkaskan bahwa; Pertama, penggunaan 15 dan 20 lampu pada alat tangkap pancing apollo telah memberikan pengaruh kepada hasil tangkapan cumi-cumi yang sama baiknya. Kedua, penggunaan 25 lampu adalah lebih baik dari pada menggunakan 15 atau 20 lampu terhadap hasil tangkapan cumi-cumi pada alat tangkap pancing apollo

Unduhan

Diterbitkan

2024-09-30