OPTIMALISASI PROMOSI DIGITAL UMKM NASGOR KAMPUNG JHON 88 MELALUI PEMBUATAN DAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TIKTOK

Penulis

  • Golan Hasan Universitas Internasional Batam
  • Rendy Frederika Universitas Internasional Batam

Kata Kunci:

Promosi Digital, UMKM, Media Sosial, Instagram, TikTok

Abstrak

UMKM Nasgor Kampung Jhon 88 di Kota Batam memiliki produk berkualitas dan pelanggan tetap, tetapi belum memiliki akun Instagram maupun TikTok, konten digital, dan identitas merek, serta pemilik usaha belum memiliki keterampilan mengelola media sosial. Akibatnya, promosi hanya mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut dan jangkauan pasar terbatas pada kawasan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan promosi digital mitra melalui pembuatan dan pengelolaan media sosial. Metode yang digunakan adalah action research dengan tahapan diagnosa, perencanaan, tindakan, dan evaluasi selama enam minggu. Kegiatan meliputi observasi dan wawancara, pembuatan akun Instagram Business dan TikTok Business, perancangan identitas visual, produksi konten foto dan video, penyusunan caption, serta pelatihan dan pendampingan pemilik usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh target tercapai. Kedua akun aktif dengan profil lengkap, konten yang dipublikasikan melampaui target minimal 15 konten, dan akun mulai dijangkau pengguna di luar kawasan Taman Kota Mas. Pemilik usaha juga mampu mengunggah konten, menulis caption, dan membaca statistik akun secara mandiri. Mitra disarankan menjaga konsistensi unggahan sesuai kalender konten. Kegiatan lanjutan dapat berupa pelatihan penyuntingan konten, pemanfaatan iklan berbayar, dan replikasi pada UMKM kuliner lain.

The MSME “Nasgor Kampung Jhon 88” in Batam City offers quality products and has loyal customers, but it had no Instagram or TikTok accounts, no digital content or brand identity, and the owner lacked the skills to manage social media. As a result, promotion relied on word of mouth and the market remained limited to the surrounding area. This community engagement project aimed to optimize the partner’s digital promotion through the creation and management of social media accounts. The project used an action research method with four stages, namely diagnosis, planning, action, and evaluation, over six weeks. Activities included observation and interviews, creating Instagram Business and TikTok Business accounts, designing a visual identity, producing photo and video content, writing captions, and training and mentoring the owner. The results show that all targets were achieved. Both accounts became active with complete profiles, the published content exceeded the minimum target of 15 posts, and the accounts began reaching users outside the Taman Kota Mas area. The owner was also able to post content, write captions, and read account insights independently. The partner is advised to keep posting consistently according to the content calendar. Follow-up activities may include content editing training, the use of paid advertising, and replication for other culinary MSMEs.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31