PINTAR (PUDING INOVATIF NUTRISI TEPAT UNTUK ASUPAN RUTIN IBU NIFAS): INOVASI PUDING JAGUNG BERBASIS PANGAN LOKAL DAN EDUKASI GIZI MELALUI QR CODE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MALNUTRISI PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGGUNG

Penulis

  • Dahniar Eka Saputri Universitas Sari Mulia Banjarmasin
  • Nita Hestiyana Universitas Sari Mulia Banjarmasin
  • Susanti Suhartati Universitas Sari Mulia Banjarmasin

Kata Kunci:

Ibu Nifas, Edukasi Gizi, Puding Jagung, Pangan Lokal, QR Code, PINTAR

Abstrak

Latar Belakang: Masa nifas merupakan periode pemulihan setelah persalinan yang membutuhkan pemenuhan gizi memadai, terlebih pada ibu yang menyusui. Edukasi yang mudah dipahami dan dapat diakses kembali diperlukan untuk mendukung pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang. Program PINTAR menggabungkan inovasi puding jagung berbasis pangan lokal dengan edukasi gizi melalui QR Code. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan program PINTAR dan perubahan pengetahuan ibu nifas mengenai pemenuhan gizi setelah edukasi di wilayah kerja Puskesmas Panggung. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 12 September 2026 di wilayah kerja Puskesmas Panggung. Sasaran kegiatan adalah 5 orang ibu nifas. Intervensi meliputi pengenalan dan pemberian puding jagung, edukasi gizi, serta penyediaan QR Code yang memuat materi gizi ibu nifas dan resep makanan. Pengetahuan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 3 pertanyaan. Data disajikan secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 1,6 (53,33%) sebelum edukasi menjadi 2,8 (93,33%) setelah edukasi. Sebelum edukasi, tidak ada peserta yang menjawab seluruh pertanyaan dengan benar. Setelah edukasi, 4 peserta (80%) menjawab seluruh pertanyaan dengan benar dan 1 peserta (20%) menjawab 2 pertanyaan dengan benar. Seluruh peserta (5 orang; 100%) dapat mengakses QR Code dengan baik. Penerimaan produk puding jagung dinilai baik pada aspek rasa, aroma, tekstur, penampilan, dan penerimaan keseluruhan. Simpulan: Program PINTAR dapat dilaksanakan sebagai kegiatan promotif dan preventif yang mengintegrasikan olahan pangan lokal dengan edukasi gizi digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan secara deskriptif. Kegiatan ini belum membuktikan penurunan kejadian malnutrisi karena tidak dilakukan pengukuran status gizi dan pemantauan jangka panjang.

Background: The postpartum period requires adequate nutritional intake to support maternal recovery and breastfeeding. Accessible and easy-to-understand education may support mothers’ knowledge of balanced nutrition. The PINTAR program combines local-food innovation in the form of corn pudding with nutrition education delivered through a QR Code. Objective: To describe the implementation of the PINTAR program and changes in postpartum mothers’ nutrition knowledge after education in the working area of Panggung Community Health Center. Methods: This community service activity was conducted on 12 September 2026 in the working area of Panggung Community Health Center and involved five postpartum mothers. The intervention included introducing and providing corn pudding, nutrition education, and a QR Code containing postpartum nutrition materials and recipes. Knowledge was assessed using a three-question pre-test and post-test. Data were analyzed descriptively. Results: The mean knowledge score increased from 1.6 (53.33%) before education to 2.8 (93.33%) after education. Before education, no participant answered all questions correctly. After education, four participants (80%) answered all questions correctly and one participant (20%) answered two questions correctly. All participants (5; 100%) accessed the QR Code successfully. Acceptance of the corn pudding was rated good for taste, aroma, texture, appearance, and overall acceptance. Conclusion: PINTAR can be implemented as a promotive and preventive activity combining local food innovation and digital nutrition education. The evaluation showed a descriptive improvement in knowledge. The activity does not establish a reduction in malnutrition because nutritional status measurement and long-term follow-up were not conducted.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31