STRATEGI UNTUK MENGEMBANGKAN WISATA KAMPUNG BIRU DI KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH KALIMANTAN SELATAN

Penulis

  • Renaldo Hermawan Universitas Lambung Mangkurat
  • Ellyn Normelani Universitas Lambung Mangkurat

Kata Kunci:

Kampung Biru, Strategi Pembangunan, Pariwisata Sungai, Pariwisata Edukasi, SWOT

Abstrak

Kampung Biru merupakan destinasi wisata berbasis permukiman bantaran sungai di Kota Banjarmasin yang mengembangkan wisata edukasi pembuatan kain Sasirangan dengan pewarna alami yang dikelola masyarakat lokal. Keunikan ini memperkaya atraksi wisata sungai sekaligus memperkuat nilai budaya, edukatif, dan keberlanjutan lingkungan dalam pariwisata berbasis komunitas. Pengembangan Kampung Biru masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendukung, promosi, serta pengelolaan wisata yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan wisata Kampung Biru serta mengidentifikasi potensi, kekuatan, dan tantangan yang memengaruhi keberlanjutan destinasi. Ruang lingkup penelitian meliputi atraksi wisata, aksesibilitas, amenitas, partisipasi masyarakat, dan dukungan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis SWOT menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan Kampung Biru memiliki kekuatan berupa identitas visual yang khas, lokasi strategis pada jalur wisata sungai, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata edukasi sasirangan. Kelemahan utama terletak pada sarana prasarana, pendanaan, dan promosi digital. Peluang didukung kebijakan pemerintah dan tren wisata berbasis komunitas, sedangkan ancaman berasal dari persaingan destinasi lain serta tekanan lingkungan. Strategi pengembangan diarahkan pada peningkatan infrastruktur, penguatan kapasitas masyarakat, promosi, dan kolaborasi lintas sektor.

Kampung Biru is a riverside community-based tourism destination in the city of Banjarmasin that offers educational tours on the production of Sasirangan fabric using natural dyes, managed by the local community. This unique feature enriches the river tourism experience while reinforcing cultural, educational, and environmental sustainability values in community-based tourism. However, the development of Kampung Biru still faces limitations in infrastructure, supporting facilities, promotion, and suboptimal tourism management. This study aims to analyze the tourism development strategies of Kampung Biru and identify the potential, strengths, and challenges that influence the destination’s sustainability. The scope of the study includes tourist attractions, accessibility, amenities, community participation, and support from the surrounding environment. The method used is descriptive qualitative research through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using SWOT analysis with the IFAS and EFAS matrices. The research results indicate that Kampung Biru possesses strengths in the form of a distinctive visual identity, a strategic location along a river tourism route, and active community involvement in the management of Sasirangan educational tourism. The main weaknesses lie in infrastructure, funding, and digital promotion. Opportunities are supported by government policies and trends in community-based tourism, while threats stem from competition with other destinations and environmental pressures. Development strategies are directed.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30