PENGARUH EKONOMI MASYARAKAT SINGKARAK DALAM FILM DOKUMENTER YANG HIDUP DARI AIR MENGGUNAKAN GAYA EKSPOSITORY
Kata Kunci:
Dokumenter, Ekspository, Yang Hidup Dari AirAbstrak
Film dokumenter Yang Hidup Dari Air merupakan karya dokumenter yang mengangkat persoalan menurunnya populasi ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut. Ikan bilih merupakan ikan endemik khas Danau Singkarak yang memiliki peran penting sebagai sumber mata pencaharian nelayan, pedagang, serta pelaku usaha pengolahan ikan di kawasan sekitar danau. Penurunan populasi ikan bilih disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, praktik penangkapan berlebihan (overfishing), serta perubahan habitat akibat keberadaan PLTA Singkarak. Penciptaan film ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara kelestarian ikan bilih dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Danau Singkarak serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem danau. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap riset pustaka, studi dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dengan narasumber yang kompeten, seperti nelayan, pelaku usaha ikan bilih, pemerhati lingkungan, dan pihak Dinas Perikanan. Film ini menggunakan gaya dokumenter expository yang mengandalkan narasi (voice of god) sebagai penyampai informasi utama yang didukung oleh wawancara dan visual pendukung. Pendekatan ini dipilih karena mampu menyampaikan data, fakta, serta argumentasi secara jelas, sistematis, dan mudah dipahami oleh penonton. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa gaya expository efektif digunakan untuk mengomunikasikan permasalahan lingkungan dan dampak ekonomi yang dialami masyarakat akibat menurunnya populasi ikan bilih.




