STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MATA PELAJARAN BUDAYA MELAYU RIAU
Kata Kunci:
Strategi Pembelajaran, Kearifan Lokal, Budaya Melayu Riau, Pendidikan Karakter, Pelestarian BudayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dan nilai-nilai kearifan lokal Melayu Riau yang dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR), strategi penerapannya dalam proses pembelajaran, manfaatnya terhadap pemahaman, pembentukan karakter, dan pelestarian budaya, serta kendala dan upaya dalam implementasinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Melayu Riau, seperti religius, kesantunan, tanggung jawab, gotong royong, musyawarah, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan, sangat relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran BMR. Implementasi strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat dilakukan melalui model Contextual Teaching and Learning (CTL), Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), diskusi, observasi lapangan, serta kolaborasi dengan tokoh adat dan masyarakat. Penerapan strategi tersebut mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap budaya Melayu Riau, memperkuat karakter, serta menumbuhkan kepedulian dalam melestarikan budaya daerah. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru, sumber belajar, serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan kurikulum, penyediaan sumber belajar berbasis budaya lokal, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat berlangsung secara optimal.
This study aims to analyze the concepts and values of Riau Malay local wisdom that can be integrated into the Riau Malay Culture (BMR) subject; the strategies for their application in the learning process; their benefits regarding understanding, character building, and cultural preservation; as well as the challenges and efforts involved in their implementation. The study employs a qualitative descriptive method using a library research approach. Data were gathered from various relevant books, scholarly journals, articles, and research findings, and subsequently analyzed using content analysis techniques. The results indicate that Riau Malay local wisdom valuessuch as religiosity, politeness, responsibility, mutual cooperation, deliberation, social concern, and environmental preservationare highly relevant for integration into BMR instruction. Implementation strategies based on local wisdom can be executed through models such as Contextual Teaching and Learning (CTL), Project-Based Learning (PjBL), and Problem-Based Learning (PBL), as well as through discussions, field observations, and collaboration with traditional leaders and the community. Applying these strategies enhances students' understanding of Riau Malay culture, strengthens their character, and fosters a sense of care for preserving regional culture. However, implementation still faces various obstacles, such as limitations regarding teacher competence, learning resources, and support from various stakeholders. Therefore, efforts are needed to improve educator competence, develop the curriculum, provide local culture-based learning resources, and foster collaboration among schools, families, the community, and the government to ensure optimal local wisdom-based learning.




