ANTARA KESIA-SIAAN DAN MAKNA:ANALISIS TEOLOGIS PENGKHOTBAH 1:14 DALAM KEHIDUPAN MODEREN
Kata Kunci:
Pengkhotbah 1:14, Kesia-Siaan, Makna Hidup, Teologi, Kehidupan ModernAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis Pengkhotbah 1:14 serta relevansinya dalam kehidupan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis teks Alkitab dan berbagai literatur teologi yang relevan. Pengkhotbah 1:14 menjelaskan bahwa segala usaha manusia di bawah matahari merupakan kesia-siaan dan usaha menjaring angin. Konsep kesia-siaan dalam ayat tersebut tidak hanya menggambarkan kehampaan hidup, tetapi juga menunjukkan keterbatasan manusia ketika hidup berpusat pada hal-hal duniawi tanpa relasi dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan modern yang dipenuhi materialisme, persaingan, dan pencarian pengakuan sosial sering menimbulkan krisis makna hidup. Banyak individu mengalami kekosongan batin meskipun telah mencapai keberhasilan secara materi.Oleh karena itu, Pengkhotbah 1:14 memberikan pemahaman bahwa makna hidup sejati hanya dapat ditemukan melalui hubungan yang benar dengan Allah dan kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Ayat ini menjadi refleksi penting bagi manusia modern agar tidak terjebak dalam kehidupan yang bersifat sementara dan fana.




