DINAMIKA ISLAM DI FILIPINA

Penulis

  • Nabillatun Nada Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim
  • Desri Susanti Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim
  • Mustika Sari'ah Siagian Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim

Kata Kunci:

Filipina, Islam, Moro, Sejarah

Abstrak

Filipina merupakan negara di Asia Tenggara dengan mayoritas penduduk beragama Kristen, sementara masyarakat Muslim yang dikenal sebagai Moro sebagian besar tinggal di wilayah selatan seperti Mindanao dan Kepulauan Sulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika Islam di Filipina, meliputi sejarah masuknya Islam, perkembangan pada masa kolonial Spanyol dan Amerika, karakteristik masyarakat Muslim, pendidikan keislaman, organisasi Islam, serta hubungan antara Muslim Filipina dan pemerintah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel, dan dokumen sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam berkembang melalui perdagangan dan dakwah, kemudian bertahan melalui perlawanan terhadap kolonialisme dan perjuangan politik masyarakat Moro. Konflik yang terjadi dipengaruhi oleh faktor sejarah, identitas agama, dan ketimpangan sosial. Pembentukan wilayah otonomi Bangsamoro menjadi salah satu langkah penting dalam proses perdamaian di Filipina Selatan.

The Philippines is a country in Southeast Asia with a majority Christian population, while the Muslim community known as the Moro is mainly concentrated in the southern regions such as Mindanao and the Sulu Islands. This study aims to examine the dynamics of Islam in the Philippines, including the history of Islam’s arrival, its development during the Spanish and American colonial periods, the characteristics of the Muslim community, Islamic education, Islamic organizations, and the relationship between Filipino Muslims and the government. The research uses a qualitative approach with a library research method through the collection of data from relevant books, journals, articles, and historical documents. The findings show that Islam developed through trade and da’wah, then survived through resistance against colonialism and the political struggle of the Moro people. The conflict is influenced by historical factors, religious identity, and social inequality. The establishment of the Bangsamoro autonomous region has become an important step in the peace process in southern Philippines.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29