EVALUASI KINERJA DAN EFISIENSI JARINGAN IRIGASI BERDASARKAN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR DI DESA KUTA GUGUNG, KEC. JUHAR, KAB. KARO
Kata Kunci:
Pengukuran Aliran, Pengelolaan Air, Jaringan Irigasi, Debit Air, Efisiensi IrigasiAbstrak
Jaringan irigasi memiliki peranan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kinerja serta tingkat efisiensi jaringan irigasi di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo berdasarkan data ketersediaan dan kebutuhan air. Pengukuran dilakukan pada tujuh segmen sungai dengan menggunakan metode pelampung (botol hanyut) untuk mengetahui kecepatan aliran, serta pengukuran langsung untuk menentukan dimensi penampang sungai. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa debit air pada masing-masing segmen berada pada kisaran 1,999 m³/detik hingga 3,938 m³/detik. Debit tertinggi terdapat pada Segmen 6 sebesar 3,938 m³/detik, sedangkan debit terendah berada pada Segmen 2 sebesar 1,999 m³/detik. Lebar sungai yang diperoleh berkisar antara 4,00 m sampai 4,18 m, dengan kedalaman rata-rata antara 0,482 m hingga 0,615 m. Perbedaan debit pada setiap segmen menunjukkan adanya pengaruh kondisi fisik saluran, seperti perubahan dimensi sungai dan kecepatan aliran air. Hasil evaluasi kinerja jaringan irigasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan air irigasi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
The irrigation network plays an important role in supplying water for agricultural land. This study was conducted to evaluate the performance and efficiency of the irrigation network in Kuta Gugung Village, Juhar District, Karo Regency based on water availability and water demand data. Measurements were carried out at seven river segments using the float method (drifting bottle) to determine flow velocity, along with direct measurements to obtain the dimensions of the river cross-section. The measurement results showed that the water discharge in each segment ranged from 1.999 m³/second to 3.938 m³/second. The highest discharge was found in Segment 6 at 3.938 m³/second, while the lowest discharge was recorded in Segment 2 at 1.999 m³/second. The river width ranged from 4.00 m to 4.18 m, with an average depth between 0.482 m and 0.615 m. Variations in discharge among the segments indicate the influence of physical channel conditions, such as changes in river dimensions and flow velocity. The evaluation results of this irrigation network are expected to serve as a basis for planning a more effective, efficient, and sustainable irrigation water management system in the area.




