PENGARUH KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN TERHADAP PENDIDIKAN DI KOTA NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) SEBAGAI REALISASI SDGS 1
Kata Kunci:
Kemiskinan, Nusa Tenggara Timur, Penanggulangan KemiskinanAbstrak
Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi permasalahan utama meskipun menunjukkan tren penurunan. Pada September 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 17,50 persen dengan jumlah penduduk miskin sekitar 1,03 juta orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kemiskinan serta mengkaji implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di NTT. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai sumber, seperti laporan resmi, jurnal ilmiah, dan dokumen pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang menekankan pada empat aspek, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan angka kemiskinan, tingkat kemiskinan masih relatif tinggi, terutama di wilayah perdesaan. Pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingkat pengangguran tidak memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap kemiskinan, sedangkan jumlah penduduk menjadi faktor yang lebih dominan. Selain itu, hubungan antara pengangguran dan kemiskinan bersifat kompleks karena banyak masyarakat bekerja di sektor informal dengan pendapatan rendah. Implementasi kebijakan juga menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya, kurang optimalnya koordinasi, dan belum efektifnya komunikasi kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja yang produktif. Penguatan implementasi kebijakan diharapkan mampu menurunkan kemiskinan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.




