DAMPAK VARIASI TINGKAT TEPUNG DAUN TAMARINDUS INDICA L YANG DIFERMENTASI TERHADAP ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN SERTA SEBERAPA BAIK BABI PERTUMBUHAN DAPAT MENCERNANYA

Penulis

  • Oktovianus Trinano Ruba Undana Kupang Fakultas Peternakan
  • Ni Nengah Suryani Undana Kupang Fakultas Peternakan
  • Diana Meliani Sabat Undana Kupang Fakultas Peternakan

Kata Kunci:

Energi, Kecernaan, Protein, Tepung Daun Asam, Ternak Babi

Abstrak

Penelitian ini berupaya untuk menentukan jumlah bubuk daun asam jawa olahan yang paling efektif untuk dimasukkan ke dalam pakan babi lokal yang sedang berkembang, dengan fokus pada dampaknya terhadap asupan makanan, asimilasi energi, dan pemanfaatan protein. Kelompok hewan ternak tersebut terdiri dari selusin babi ras campuran lokal yang masih dalam masa pertumbuhan, masing-masing memiliki berat awal antara 30 dan 47 kg, dengan berat rata-rata 37 kg (KV = 15,58%). Dalam penelitian ini, dilakukan percobaan menggunakan berbagai jumlah tepung daun asam jawa fermentasi (TDAF), yang disusun dalam rancangan blok acak. Rancangan ini mencakup 4 perlakuan berbeda, masing-masing diulang 3 kali, sehingga menghasilkan total 12 pengaturan percobaan yang berbeda. Perlakuan yang diteliti meliputi P0, yaitu campuran pakan 100% tidak dimurnikan, P1, yang terdiri dari 95% pakan tidak dimurnikan ditambah 5% TDAF, P2, yang terdiri dari 90% pakan tidak dimurnikan dan 10% TDAF, dan P3, yang terdiri dari 85% pakan tidak dimurnikan bersama dengan 15% TDAF. Parameter yang dinilai dalam penelitian ini adalah jumlah pakan yang dikonsumsi, jumlah energi yang dicerna, tingkat pencernaan energi, jumlah protein yang dikonsumsi, dan tingkat pencernaan protein. Informasi yang dikumpulkan dianalisis melalui penerapan Analisis Varians menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil statistik penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tersebut tidak berdampak signifikan (P>0,05) terhadap asupan protein, pemecahan protein, dan pemecahan energi; namun, secara signifikan berpengaruh (P<0,05) terhadap asupan energi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hingga 15% tepung daun asam jawa (Tamarindus indica L.) cocok digunakan dalam nutrisi babi lokal selama tahap pertumbuhannya.

This study aims to find the level of use of fermented tamarind leaf flour on consumption, energy and protein digestibility of landrace pigs in the grower phase. The livestock used were 12 landrace crossbred pigs in the grower phase with an initial body weight of 30-47 kg, an average of 37 kg (CV = 15.58%). The method used in this study was a trial of fermented tamarind leaf flour (FTLF) levels with a randomized block design consisting of 4 treatments and 3 replications so that there were 12 experimental units. The experimental diets assessed were P0: entirely unprocessed feed, T1: 95% staple diet + 5% additive, T2: 90% staple diet + 10% additive, T3: 85% staple diet + 15% additive. The factors examined throughout the research encompassed: feed intake, energy levels, energy breakdown, protein intake, and protein breakdown. An Analysis of Variance (ANOVA) was utilized to examine the data. According to the statistical analysis, the experimental diets did not produce a notable change (P>0.05) concerning protein intake, protein breakdown, and energy breakdown, but they did significantly affect (P<0.05) energy levels. Based on this study, it can be concluded that tamarind leaf flour (Tamarindus indica l.) up to 15% level can be done on landrace pigs in the grower phase.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31