ANALISA PERMASALAHAN PENGUMPAN SILIKA 331-WF2 SEBAGAI PENYEBAB RAW MILL 1 STOP DENGAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DAN KAIZEN DI PT SBI PABRIK TUBAN

Penulis

  • Robi Winarto STT Wiworotomo Purwokerto
  • Nurul Hidayati STT Wiworotomo Purwokerto

Kata Kunci:

Weightfeeder, FMEA, Root Cause Analysis, Apollo chart, Kaizen

Abstrak

Weightfeeder 331-WF2 pada area Raw mill 1 PT Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban berperan penting dalam menjaga kestabilan suplai material silika. Namun, dalam operasinya sering terjadi gangguan berupa penempelan material di dalam bin yang menyebabkan deviasi aliran silika sehingga berpotensi mengganggu kontinuitas proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mode kegagalan prioritas. Analisis risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil FMEA menunjukkan tiga mode kegagalan utama dengan RPN tertinggi, yaitu deviasi karena penempelan material di bin sebesar 324 RPN, deviasi silika akibat kinerja Air blaster yang tidak optimal sebesar 270 RPN, dan pengisian bin terlalu penuh sebesar 240RPN. Penentuan akar penyebab permasalahan menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA) dengan pendekatan Apollo chart, serta merumuskan solusi perbaikan berbasis Kaizen dengan konsep 5W1H. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak produksi dan maintenance, serta data historis dari Technical Information System (TIS). Analisis RCA mengidentifikasi empat akar masalah utama, yaitu storage silika tidak beratap yang meningkatkan kadar air material, pengisian bin yang tidak terkontrol, sistem kontrol Air blaster yang belum adaptif, serta adanya zona bin yang tidak terjangkau Air blaster. Solusi perbaikan meliputi pembangunan atap storage, pengendalian kadar air material, pengaturan otomatis pengisian bin, penambahan interlock Air blaster berbasis proximity sensor dan indikasi belt load, serta penambahan Air blaster di area rawan. Hasil monitoring menunjukkan tidak adanya gangguan signifikan pasca implementasi sehingga stabilitas aliran material dan keandalan sistem meningkat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31