MANAJEMEN RISIKO COLD CHAIN DENGAN METODE SWOT DAN FMEA PADA PT ABC

Penulis

  • Muhammad Rizky Haerdany Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Shandy Adrian Wiratama Hendrik Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Sulaiman Rasyid Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Achmad Taufiq Raihan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Kata Kunci:

Manajemen Risiko, Cold Chain, SWOT, FMEA, Logistik

Abstrak

Pertumbuhan pesat sektor e-commerce dan makanan di Indonesia menuntut logistik rantai dingin (cold chain) yang andal. Penyedia logistik berbasis teknologi seperti PT ABC menghadapi risiko operasional kompleks yang mengancam integritas produk. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi manajemen risiko yang komprehensif dan terintegrasi untuk operasional cold chain pada PT ABC. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang mengintegrasikan analisis SWOT untuk evaluasi strategis dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk penilaian risiko operasional kuantitatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan literatur sekunder. FMEA digunakan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan mode kegagalan potensial dengan menghitung Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan pada model bisnis dan teknologi, serta kelemahan pada jangkauan geografis dan biaya. Analisis FMEA menemukan enam mode kegagalan utama, dengan risiko paling kritis adalah suhu paket yang naik sebelum dijemput (RPN 240), paket salah sortir (RPN 135), dan paket yang tidak teridentifikasi sistem (RPN 120). Integrasi hasil menunjukkan kegagalan operasional dapat diminimalkan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang strategis. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya kerangka kerja manajemen risiko yang proaktif dan terpadu untuk meningkatkan keandalan layanan. Rekomendasi meliputi pemanfaatan teknologi untuk validasi, standardisasi pengemasan, dan penguatan protokol operasional melalui penanda visual serta digital untuk memastikan penanganan yang tepat dan meminimalkan kerugian.

The rapid growth of the e-commerce and food sectors in Indonesia demands reliable cold chain logistics. Technology-based logistics providers like PT ABC face complex operational risks that threaten product integrity. This research aims to formulate a comprehensive and integrated risk management strategy for the cold chain operations at PT ABC. This study uses a mixed-method approach, integrating SWOT analysis for strategic evaluation and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) for quantitative operational risk assessment. Data was collected through documentation study and secondary literature. FMEA is used to identify and prioritize potential failure modes by calculating the Risk Priority Number (RPN). The SWOT analysis results identified strengths in the business model and technology, as well as weaknesses in geographical reach and costs. The FMEA found six primary failure modes, with the most critical risks being a package's temperature rising before pickup (RPN 240), missorted packages (RPN 135), and packages not identified by the system (RPN 120). The integration of results shows that operational failures can be mitigated by leveraging strategic strengths and opportunities. This research concludes the importance of a proactive and integrated risk management framework to improve service reliability. Recommendations include utilizing technology for validation, standardizing packaging, and strengthening operational protocols through visual and digital markers to ensure proper handling and minimize losses.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28