FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROYEK OVERPASS
Studi Kasus: Overpass Pagedangan, Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten
Kata Kunci:
Faktor Internal, Faktor Eksternal, Keberhasilan Proyek, OverpassAbstrak
Keberhasilan pelaksanaan proyek infrastruktur sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keberhasilan pelaksanaan Proyek Overpass di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang Selatan. Faktor internal yang dikaji meliputi kompetensi sumber daya manusia, perencanaan, kepemimpinan, komunikasi, manajemen risiko, dan pengawasan, sedangkan faktor eksternal mencakup regulasi pemerintah, koordinasi antar–stakeholder, kondisi sosial-lingkungan, ketersediaan sumber daya eksternal, serta kebijakan dan dukungan pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain korelasional kausal. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang terlibat langsung dalam proyek, ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor internal maupun faktor eksternal berpengaruh signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek Overpass. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Proyek Overpass di Kecamatan Pagedangan tidak hanya ditentukan oleh penguatan manajemen internal, tetapi juga sangat bergantung pada dukungan dan kondisi eksternal yang kondusif. Faktor eksternal memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan faktor internal, sehingga peningkatan koordinasi lintas lembaga, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan menjadi kunci strategis untuk meningkatkan keberhasilan proyek infrastruktur sejenis di masa mendatang.



