PENGABDIAN MASYARAKAT: PELATIHAN KREATIVITAS SULAM TANGAN SEBAGAI MEDIA EKSPRESI DIRI SISWA DI SMP NEGERI 5 KUPANG LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Kata Kunci:
Sulam Tangan, Ekspresi Diri, Kreativitas, Regulasi Emosi, Pengembangan Soft Skills, Experiential LearningAbstrak
Kegiatan pelatihan pengabdian ini bertujuan untuk menyalurkan pengetahuan dan keterampilan sulam tangan kepada mitra dalam hal ini siswa SMP Negeri 5 Kupang agar mereka memiliki kemampuan untuk bisa mengekspresikan diri dengan berkreasi melalui keterampilan tersebut. Tujuan lainnya adalah mendorong kemandirian dan produktivitas mereka. Remaja usia SMP memerlukan wadah positif untuk bisa mengekspresikan identitas, emosi dan kreatifitas diri mereka. Sulam tangan dipilih bukan hanya sebagai keterampilan yang menghasilkan karya seni, tetapi juga melatih regulasi emosi siswa. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi ceramah motivasi, pemberian demonstrasi sulam tangan, praktik langsung dan refleksi bersama. Kegiatan ini menggunakan pendekatan experiential learning, dimana instruktur menjelaskan dan memberi contoh sebelum siswa mencoba sendiri. Proses pelatihan meliputi beberapa tahap; pertama, menjelaskan alat-alat sulam tangan; kedua, memperkenalkan pola-pola dasar sulam tangan; ketiga, mengajarkan berbagai desain dasar pola sulam tangan; keempat, membimbing siswa dalam pembuatan komposisi sulam tangan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, penilaian keterampilan melalui rubrik, observasi proses, dan kuesioner kepuasan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang siswa dengan antusiasme yang tinggi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan siswa dalam proses mengekspresikan ide melalui sulam tangan. Analisis statistik menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 42,5 (pre-test) menjadi 81,0 (post-test) dengan nilai signifikansi p < 0,001. Evaluasi keterampilan menunjukkan 70% peserta mencapai kategori baik hingga sangat baik. Kuesioner kepuasan menunjukkan tingkat kepuasan rata-rata 4,3 dari skala 5,0. Hasil ini mengindikasikan meningkatnya regulasi emosi dan kebanggaan terhadap karya sendiri. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai program ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan soft skills dan kesehatan mental siswa.
This community service training activity aims to impart knowledge and hand embroidery skills to partners, in this case students of SMP Negeri 5 Kupang, so that they have the ability to express themselves creatively through these skills. Another objective is to encourage their independence and productivity. Adolescents at the junior high school level require positive outlets to express their identity, emotions, and creativity. Hand embroidery was chosen not only as a skill that produces artistic work, but also to train students' emotional regulation. The implementation methods of this service include motivational lectures, hand embroidery demonstrations, direct practice, and collective reflection. This activity employs an experiential learning approach, where instructors explain and provide examples before students attempt the tasks themselves. The training process comprises several stages: first, explaining hand embroidery tools; second, introducing basic hand embroidery patterns; third, teaching various basic embroidery pattern designs; fourth, guiding students in creating hand embroidery compositions. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement, skills assessment through rubrics, process observation, and participant satisfaction questionnaires. This activity was attended by 10 students with high enthusiasm. The training results showed a significant improvement in students' ability to express ideas through hand embroidery. Statistical analysis indicated an increase in average knowledge scores from 42.5 (pre-test) to 81.0 (post-test) with a significance value of p < 0.001. Skills evaluation demonstrated that 70% of participants achieved good to excellent categories. The satisfaction questionnaire showed an average satisfaction level of 4.3 on a scale of 5.0. These results indicate increased emotional regulation and pride in their own work. This activity is expected to continue as an extracurricular program that supports the development of soft skills and students' mental health.



