PENANGGULANGAN PELANGGARAN LALU LINTAS BALAP LIAR DI JALAN NAGA SAKTI KECAMATAN BINAWIDYA, MELALUI PATROLI OLEH KEPOLISIAN POLSEK BINAWIDYA KOTA PEKANBARU
Kata Kunci:
Pelanggaran Lalu Lintas, Balap Liar, Patroli Lalu LintasAbstrak
Fenomena balap liar sering muncul dalam realitas sosial masyarakat, termasuk kasus yang melibatkan remaja sebagai peserta utama. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan remaja yang menjadi anggota kelompok balap liar di Jalan Naga Sakti, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami proses bagaimana remaja menjadi bagian dari kelompok tersebut dan bagaimana subkultur balap liar remaja terbentuk.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teori yang diterapkan adalah Teori Manajemen George R. Terry dan Teori Efek Peringatan (Deterrence Effect Theory). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi lalu lintas di Kota Pekanbaru, dengan volume kendaraan yang tinggi, berkontribusi terhadap peningkatan pelanggaran lalu lintas. Hasil penelitian menggambarkan bahwa fenomena balap liar yang melibatkan.
The phenomenon of illegal street racing often appears in the social reality of society, including cases involving teenagers as the main participants. This study was conducted to describe teenagers who are members of illegal street racing groups on Jalan Naga Sakti, Binawidya District, Pekanbaru City. It also aims to understand the process by which teenagers become part of these groups and how the subculture of teenage street racing is formed. This research is a qualitative study using a case study approach. The theories applied are George R. Terry’s Management Theory and the Deterrence Effect Theory. The study employs a qualitative approach with the field research method. Data sources were obtained through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that the traffic situation in Pekanbaru City, with its high vehicle volume, contributes to an increase in traffic violations. The research results illustrate that the phenomenon of illegal street racing involving teenagers who join racing groups is influenced by three main factors: environment, economy, and personal desire. Among these, environmental or peer group influence is identified as the most dominant factor in motivating teenagers to join illegal street racing groups.



