PENGEMBANGAN TEKNIK ORNAMENTASI MELODIS DAN RITMIS PADA VOKAL SOLO SEBUAH KAJIAN PRAKTIS MELALUI PEMBELAJARAN DI KELAS IX SMP ST. YOSEPH NAIKOTEN
Kata Kunci:
Ornamentasi Vokal, Melisma, Sinkopasi, Pembelajaran Vokal, Penelitian Tindakan Kelas, SMP St. Yoseph NaikotenAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan teknik ornamentasi melodis (melisma, grace notes) dan ritmis (sinkopasi, rubato) pada siswa vokal solo Kelas IX SMP St. Yoseph Naikoten. Penguasaan teknik vokal dasar (pernapasan, intonasi) yang telah diperoleh di kelas VII dan VIII seringkali belum diimbangi dengan kemampuan ekspresi dan variasi, sehingga penampilan vokal cenderung "datar" (flat) dan kaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 30 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, tes performa vokal (penerapan ornamen pada lagu pop), dan dokumentasi. Fokus tindakan adalah latihan kelincahan vokal (vocal agility drills) dan pengenalan "rasa" ritmis (rhythmic feel) melalui imitasi dan improvisasi terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan ornamentasi. Nilai rata-rata kemampuan ornamentasi siswa meningkat dari 62,5 pada siklus I menjadi 82,0 pada siklus II. Peningkatan paling menonjol terjadi pada aspek penguasaan sinkopasi ritmis dan kebersihan nada dalam melisma. Penelitian ini membuktikan bahwa teknik ornamentasi dapat dilatihkan secara sistematis di tingkat SMP untuk meningkatkan kualitas ekspresi musikal siswa.
This study aims to develop melodic (melisma, grace notes) and rhythmic (syncopation, rubato) ornamentation techniques for solo vocal students in Class IX of SMP St. Yoseph Naikoten. Mastery of basic vocal techniques (breathing, intonation) acquired in grades VII and VIII is often not matched by expressive and variational abilities, resulting in "flat" and rigid vocal performances. This research employed a qualitative approach using Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles involving 30 students. Data were collected through participatory observation, vocal performance tests (applying ornaments to pop songs), and documentation. The intervention focused on vocal agility drills and introducing "rhythmic feel" through imitation and guided improvisation. The results showed a significant improvement in ornamentation mastery. The average score for ornamentation skills increased from 62.5 in the first cycle to 82.0 in the second cycle, with the most notable progress in rhythmic syncopation and melodic clarity in melisma. This study proves that ornamentation techniques can be systematically trained at the junior high school level to enhance students' musical expression.



