KAJIAN PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR PADA FASAD BANGUNAN KOLONIAL STUDI KASUS BANGUNAN KFC PASAR BARU KOTA BANDUNG

Penulis

  • Ryan Kurniawan Universitas Langlangbuana
  • Abdul Hadsyah Madubun Universitas Langlangbuana
  • Ramadona Universitas Langlangbuana

Kata Kunci:

Arsitektur Kolonial, Bandung, Konservasi Bangunan, Adaptasi Fungsi, Fasad, Pelestarian Warisan Budaya, Modernisasi

Abstrak

Bangunan peninggalan kolonial Belanda di Kota Bandung memiliki nilai sejarah dan keindahan arsitektural yang khas. Bangunan-bangunan kolonial di kota ini tetap penting karena menyimpan nilai sejarah sekaligus menunjukkan keunikan dalam desain arsitekturnya. Namun demikian, sebagian besar bangunan tersebut kini telah dialihfungsikan menjadi fasilitas komersial seperti kafe, restoran, hotel, dan berbagai fasilitas modern lainnya sebagai bentuk modernisasi. Penelitian ini mencoba menelaah bagaimana prinsip-prinsip arsitektur kolonial diterapkan kembali pada fasad KFC Pasar Baru Kota Bandung, yang pada awalnya merupakan bangunan kolonial namun kini berfungsi sebagai restoran cepat saji. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis visual, berdasarkan observasi lapangan dan dokumentasi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen arsitektur kolonial seperti keseimbangan, proporsi, ritme, skala, dan ornamen khas tetap dipertahankan meskipun terdapat beberapa modifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan fungsi modern. penelitian ini menegaskan pentingnya mempertahankan nilai estetika dan sejarah bangunan kolonial sekaligus menyesuaikannya dengan tuntutan modern. Dengan demikian, sebuah bangunan dapat berfungsi sesuai peran modern tanpa kehilangan tampilan aslinya. Konsekuensinya, penelitian ini dapat menjadi acuan berharga dalam upaya pelestarian warisan budaya arsitektur kolonial di Kota Bandung serta dalam menjaga nilai estetika historis dengan pemanfaatan yang berkelanjutan.

Colonial heritage buildings in Bandung hold historical value and distinctive architectural beauty. These colonial-era structures remain significant as they preserve cultural heritage while showcasing uniqueness in architectural design. However, most of these buildings have now been repurposed into commercial facilities such as cafés, restaurants, hotels, and other modern amenities as part of urban modernization. This research examines how the principles of colonial architecture are reapplied to the façade of KFC Pasar Baru in Bandung, which was originally a colonial building but is now functioning as a fast-food restaurant. The study employs a descriptive method with a visual analysis approach, based on field observations and in-depth documentation. The findings reveal that most elements of colonial architecture—such as balance, proportion, rhythm, scale, and distinctive ornaments—are still preserved, although some modifications were made to accommodate modern functional needs. This research highlights the importance of maintaining the aesthetic and historical values of colonial buildings while adapting them to modern demands. Consequently, a building can continue to serve its contemporary function without losing its original character. This study may serve as a valuable reference for efforts to preserve Bandung’s colonial architectural heritage while ensuring historical aesthetics are maintained through sustainable utilization.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30