PERKEMBANGAN KARIR GINZBERG
Kata Kunci:
Perkembangan Karir, Teori Ginzberg, Kajian Pustaka, Bimbingan Karir, Perspektif IslamAbstrak
Pemilihan karir merupakan salah satu keputusan penting dalam kehidupan individu yang berkaitan dengan masa depan, kepuasan hidup, dan kontribusi sosial. Teori Perkembangan Karir Ginzberg, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1951, memberikan kerangka sistematis dalam memahami proses pemilihan karir melalui tahapan fantasi, tentatif, dan realistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis karya-karya ilmiah yang relevan terkait teori Ginzberg, sejarah, unsur-unsur teori, serta kelebihan dan kekurangannya. Selain itu, penelitian ini mengaitkan teori Ginzberg dengan perspektif Islam dalam memandang karir sebagai sarana ibadah dan tanggung jawab sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Ginzberg memiliki kontribusi besar dalam bimbingan karir, namun tetap memiliki keterbatasan dalam konteks generalisasi sampel penelitian awalnya. Integrasi dengan nilai-nilai Islam menjadikan teori ini lebih holistik, tidak hanya berfokus pada aspek psikologis tetapi juga spiritual.
Career choice is one of the most important decisions in an individual's life as it relates to the future, life satisfaction, and social contribution. Ginzberg’s Career Development Theory, first introduced in 1951, provides a systematic framework for understanding the career decision-making process through fantasy, tentative, and realistic stages. This study applies a literature review method by analyzing relevant scientific works on Ginzberg’s theory, its historical background, conceptual elements, and its strengths and weaknesses. Furthermore, the study integrates Ginzberg’s theory with Islamic perspectives, which view career as both a means of worship and a social responsibility. The findings indicate that Ginzberg’s theory has made a significant contribution to career guidance, yet still has limitations due to the restricted sample in its initial research. Integrating the theory with Islamic values provides a more holistic understanding, encompassing not only psychological but also spiritual dimensions.



