PENGUATAN PRODUK SIMPLISIA TOGA MELALUI DIGITALISASI BRANDING DAN PEMASARAN E-COMMERCE
Kata Kunci:
Simplisia, Desain Branding, E-Commerce, Tanaman Obat, Pemberdayaan MasyarakatAbstrak
Inisiatif pemberdayaan masyarakat di Desa Kwagean, Kabupaten Pekalongan, memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai potensi ekonomi lokal. Kendala utama produsen pedesaan adalah keterbatasan pengetahuan branding modern, kemasan yang belum memadai, serta akses pemasaran online yang rendah. Program ini menggunakan pendekatan holistik melalui pelatihan Good Agricultural and Collection Practices (GACP), workshop branding, dan pendampingan pemasaran berbasis e-commerce. Hasilnya menunjukkan peningkatan keterampilan peserta, terciptanya tiga varian simplisia bermerek, serta perluasan akses pasar melalui platform digital. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat 75% berdasarkan uji pre-test dan post-test. Selain itu, nilai jual produk naik 50–70% yang tercermin pada peningkatan rata-rata omset bulanan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pengolahan produk herbal dengan strategi branding dan e-commerce dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.



