KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENGATASI KRISIS KARAKTER GENERASI STROBERI DI PEKANBARU
Kata Kunci:
Komunikasi Keluarga, Krisis Karakter, Generasi StroberiAbstrak
Krisis karakter generasi stroberi, yang ditandai kesulitan menghadapi tekanan, mudah menyerah, dan lemahnya pengelolaan emosi, juga terjadi di Pekanbaru. Penelitian ini menganalisis peran komunikasi keluarga dalam mengatasi krisis karakter melalui dimensi internal-eksternal, struktural, dan fungsional, yang berdasarkan teori komunikasi keluarga oleh Galvin, Bylund, dan Hecht. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi non-partisipan, dan dokumentasi pada tiga keluarga generasi Z yang dipilih melalui teknik snowball. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi internal-eksternal, komunikasi yang terbuka, suportif, dan rutin mampu membangun ketahanan psikologis serta menanamkan pola pikir positif pada anak. Pada dimensi struktural, peran setiap anggota keluarga berkontribusi dalam memperkuat kedekatan emosional dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Sementara itu, pada dimensi fungsional, komunikasi menjadi sarana untuk memahami kondisi anak, menyelesaikan konflik, dan menyampaikan nilai-nilai kehidupan.



