SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI RT 10 DI DESA KWAGEAN

Penulis

  • Muh. Kian Adi Kurnia Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Asya Cinta Dhiarswari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Azzilda Aprilia Dewi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Erlisya Cindy Faradila Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Hana Prasila Rini Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Hilda Sya’bana Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Intan Aulia Salsabila Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Muhamad Febrianto Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Muhamad Valentino Rossy Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Muhammad Fauzil Adhim Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Nilla Mekar Mawaryani Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Naura Delfira Rusdhy Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Prasetyo Wiratama Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Sulistiamah Donawati Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Zahron Haq Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Abdurrachman Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Dian Kartikasari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Kata Kunci:

3R, Kolase, Limbah Non-Organik, Pengelolaan Sampah, Pemberdayaan Masyarakat

Abstrak

Sampah menjadi permasalahan serius di Desa Kwagean RT 10 akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola limbah rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga melalui sosialisasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pelatihan pengolahan limbah non-organik menjadi kerajinan kolase. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyusunan materi edukasi, penyuluhan langsung, dan praktik pembuatan kolase. Materi sosialisasi mencakup jenis-jenis sampah, dampak lingkungan, dan penerapan 3R. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku warga, ditandai dengan mulai diterapkannya pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos dari limbah organik, serta pemanfaatan plastik bekas menjadi produk kolase. Kerajinan yang dihasilkan bervariasi, seperti hiasan dinding, ornamen dekoratif, dan barang fungsional, yang memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi. Kegiatan ini terbukti efektif menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha kreatif berbasis limbah. Edukasi berkelanjutan dan pendampingan diperlukan agar kebiasaan ini menjadi bagian dari budaya masyarakat, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan.

Waste has become a serious problem in Kwagean Village RT 10 due to the low awareness of residents in sorting and managing household waste. This community service activity aimed to improve residents’ understanding and skills through the socialization of the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) and training on processing non-organic waste into collage crafts. The methods included initial observation, preparation of educational materials, direct counseling, and hands-on collage-making practice. The socialization materials covered types of waste, environmental impacts, and the application of 3R. The results showed an increase in knowledge and changes in residents’ behavior, indicated by the implementation of waste sorting between organic and inorganic, composting from organic waste, and utilizing used plastic into collage products. The produced crafts varied, such as wall decorations, decorative ornaments, and functional items, which have aesthetic value and economic potential. This activity proved effective in fostering environmental awareness while opening creative business opportunities based on waste utilization. Continuous education and mentoring are needed to ensure this practice becomes part of the community’s culture, enabling sustainable waste management with positive environmental impacts.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30